Ilmuan Fisika……….
Alam dan hukum alam tersembunyi di balik malam.
Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang benderang.
Isaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah
hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal
tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Seperti halnya
Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal. Di masa bocah dia
sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat
cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di
sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian.
Tatkala menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan
harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa
dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya
delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara
kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan
matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri.
Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah
meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya
kemudian mengubah dunia.
Pertengahan abad ke-17 adalah periode pembenihan ilmu pengetahuan.
Penemuan teropong bintang dekat permulaan abad itu telah merombak
seluruh pendapat mengenai ilmu perbintangan. Filosof Inggris Francis
Bacon dan Filosof Perancis Rene Descartes kedua-duanya berseru kepada
ilmuwan seluruh Eropa agar tidak lagi menyandarkan diri pada kekuasaan
Aristoteles, melainkan melakukan percobaan dan penelitian atas dasar
titik tolak dan keperluan sendiri. Apa yang dikemukakan oleh Bacon dan
Descartes, sudah dipraktekkan oleh si hebat Galileo. Penggunaan teropong
bintang, penemuan baru untuk penelitian astronomi oleh Newton telah
merevolusionerkan penyelidikan bidang itu, dan yang dilakukannya di
sektor mekanika telah menghasilkan apa yang kini terkenal dengan sebutan
“Hukum gerak Newton” yang pertama.
Ilmuwan besar lain, seperti William Harvey, penemu ihwal peredaran darah
dan Johannes Kepler penemu tata gerak planit-planit di seputar
matahari, mempersembahkan informasi yang sangat mendasar bagi kalangan
cendikiawan. Walau begitu, ilmu pengetahuan murni masih merupakan
kegemaran para intelektual, dan masih belum dapat dibuktikan –apabila
digunakan dalam teknologi– bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah pola
dasar kehidupan manusia sebagaimana diramalkan oleh Francis Bacon.
Walaupun Copernicus dan Galileo sudah menyepak ke pinggir beberapa
anggapan ngelantur tentang pengetahuan purba dan telah menyuguhkan
pengertian yang lebih genah mengenai alam semesta, namun tak ada satu
pokok pikiran pun yang terumuskan dengan seksama yang mampu membelokkan
tumpukan pengertian yang gurem dan tak berdasar seraya menyusunnya dalam
suatu teori yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih
ilmiah. Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup menyuguhkan
kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu
pengetahuan modern yang kini arusnya jadi anutan orang.
Newton sendiri agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan
penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun
1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun
sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut
penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam
serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang
lazim disebut orang “cahaya putih” sebenarnya tak lain dari campuran
semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat
hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan
pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini dia –pada tahun 1668–
merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model
teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik
bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil
yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya,
dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala
ia berumur dua puluh sembilan tahun.
Keberhasilan Newton di bidang optik saja mungkin sudah memadai untuk
mendudukkan Newton pada urutan daftar buku ini. Sementara itu masih ada
penemuan-penemuan yang kurang penting di bidang matematika murni dan di
bidang mekanika. Persembahan terbesarnya di bidang matematika adalah
penemuannya tentang “kalkulus integral” yang mungkin dipecahkannya
tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun. Penemuan
ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan
semata bagaikan benih yang daripadanya tumbuh teori matematika modern,
tetapi juga perabot tak terelakkan yang tanpa penemuannya itu kemajuan
pengetahuan modern yang datang menyusul merupakan hal yang mustahil.
Biarpun Newton tidak berbuat sesuatu apapun lagi, penemuan “kalkulus
integral”-nya saja sudah memadai untuk menuntunnya ke tangga tinggi
dalam daftar urutan buku ini.
Tetapi penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang
mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda. Galileo
merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek
apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya
semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling
penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam
keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya
yang kedua dan termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik
yang paling utama. Hukum kedua (secara matcmatik dijabarkan dcngan
persamaan F = m.a) menetapkan bahwa akselerasi obyek adalah sama dengan
gaya netto dibagi massa benda. Terhadap kedua hukum itu Newton menambah
hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap
aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang
bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang kaidah
ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika
digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat
seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga
gerak planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat
diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan. Newton tidak cuma
menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan
alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental
ini dapat dipergunakan bagi pemecahan problem.
Hukum Newton dapat dan sudah dipergunakan dalam skala luas bidang ilmiah
serta bidang perancangan pelbagai peralatan teknis. Dalam masa
hidupnya, pemraktekan yang paling dramatis adalah di bidang astronomi.
Di sektor ini pun Newton berdiri paling depan. Tahun 1678 Newton
menerbitkan buku karyanya yang masyhur Prinsip-prinsip matematika
mengenai filsafat alamiah (biasanya diringkas Principia saja). Dalam
buku itu Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan
tentang hukum gerak. Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat
dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan
planit-planit seputar sang matahari. Persoalan utama gerak-gerik
astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang tepat dan gerakan
bintang-kemintang serta planit-planit, dengan demikian terpecahkan
sepenuhnya oleh Newton hanya dengan sekali sambar. Atas karya-karyanya
itu Newton sering dianggap seorang astronom terbesar dari semua yang
terbesar.
Apa penilaian kita terhadap arti penting keilmiahan Newton? Apabila kita
buka-buka indeks ensiklopedia ilmu pengetahuan, kita akan jumpai ihwal
menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan penemuan-penemuannya dua atau
tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ihwal ilmuwan yang manapun
juga. Kata cendikiawan besar Leibniz yang sama sekali tidak dekat dengan
Newton bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit: “Dari
semua hal yang menyangkut matematika dari mulai dunia berkembang hingga
adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik.” Juga
pujian diberikan oleh sarjana besar Perancis, Laplace: “Buku Principia
Newton berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di
dunia.” Dan Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius
terbesar yang pernah hidup. Sedangkan Ernst Mach dalam tulisannya di
tahun 1901 berkata, “Semua masalah matematika yang sudah terpecahkan
sejak masa hidupnya merupakan dasar perkembangan mekanika berdasar atas
hukum-hukum Newton.” Ini mungkin merupakan penemuan besar Newton yang
paling ruwet: dia menemukan wadah pemisahan antara fakta dan hukum,
mampu melukiskan beberapa keajaiban namun tidak banyak menolong untuk
melakukan dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada kita rangkaian kesatuan
hukum-hukum yang mampu dipergunakan buat permasalahan fisika dalam ruang
lingkup rahasia yang teramat luas dan mengandung kemungkinan untuk
melakukan dugaan-dugaan yang tepat.
Dalam uraian yang begini ringkas, adalah mustahil membeberkan secara
terperinci penemuan-penemuan Newton. Akibatnya, banyak karya-karya yang
agak kurang tenar terpaksa harus disisihkan biarpun punya makna penting
di segi penemuan dalam bidang masalahnya sendiri. Newton juga memberi
sumbangsih besar di bidang thermodinamika (penyelidikan tentang panas)
dan di bidang akustik (ilmu tentang suara). Dan dia pulalah yang
menyuguhkan penjelasan yang jernih bagai kristal prinsip-prinsip fisika
tentang “pengawetan” jumlah gerak agar tidak terbuang serta “pengawetan”
jumlah gerak sesuatu yang bersudut. Antrian penemuan ini kalau mau bisa
diperpanjang lagi: Newtonlah orang yang menemukan dalil binomial dalam
matematika yang amat logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Mau tambah
lagi? Dia juga, tak lain tak bukan, orang pertama yang mengutarakan
secara meyakinkan ihwal asal mula bintang-bintang.
Nah, sekarang soalnya begini: taruhlah Newton itu ilmuwan yang paling
jempol dari semua ilmuwan yang pernah hidup di bumi. Paling kemilau
bagaikan batu zamrud di tengah tumpukan batu kali. Taruhlah begitu.
Tetapi, bisa saja ada orang yang mempertanyakan alasan apa menempatkan
Newton di atas pentolan politikus raksasa seperti Alexander Yang Agung
atau George Wasington, serta disebut duluan ketimbang tokoh-tokoh agama
besar seperti Nabi Isa atau Budha Gautama. Kenapa mesti begitu?
Pertimbangan saya begini. Memang betul perubahan-perubahan politik itu
penting kalau tidak teramat penting. Walau begitu, bagaimanapun juga
pada umumnya manusia sebagaian terbesar hidup nyaris tak banyak beda
antara mereka di jaman lima ratus tahun sesudah Alexander wafat dengan
mereka di jaman lima ratus sebelum Alexander muncul dari rahim ibunya.
Dengan kata lain, cara manusia hidup di tahun 1500 sesudah Masehi boleh
dibilang serupa dengan cara hidup buyut bin buyut bin buyut mereka di
tahun 1500 sebelum Masehi. Sekarang, tengoklah dari sudut perkembangan
ilmu pengetahuan. Dalam lima abad terakhir, berkat penemuan-penemuan
ilmiah modern, cara hidup manusia sehari-hari sudah mengalami revolusi
besar. Cara berbusana beda, cara makan beda, cara kerja dan ragamnya
beda. Bahkan, cara hidup santai berleha-leha pun sama sekali tidak mirip
dengan apa yang diperbuat orang jaman tahun 1500 sesudah Masehi.
Penemuan ilmiah bukan saja sudah merevolusionerkan teknologi dan
ekonomi, tetapi juga sudah mengubah total segi politik, pemikiran
keagamaan, seni dan falsafah. Sangat langkalah aspek kehidupan manusia
yang tetap “jongkok di tempat” tak beringsut sejengkal pun dengan adanya
revolusi ilmiah. Alasan ini –sekali lagi alasan ini– yang jadi sebab
mengapa begitu banyak ilmuwan dan penemu gagasan baru tercantum di dalam
daftar buku ini. Newton bukan semata yang paling cerdas otak diantara
barisan cerdas otak, tetapi sekaligus dia tokoh yang paling berpengaruh
di dalam perkembangan teori ilmu. Itu sebabnya dia peroleh kehormatan
untuk didudukkan dalam urutan hampir teratas dari sekian banyak manusia
yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Newton menghembuskan
nafas penghabisan tahun 1727, dikebumikan di Westminster Abbey, ilmuwan
pertama yang memperoleh penghormatan macam itu.
<span style=”font-weight:bold;”>GALILEO GALILEI 1564-1642</span>
Ilmuwan Itali besar ini mungkin lebih bertanggung jawab terhadap
perkembangan metode ilmiah dari siapa pun juga. Galileo lahir di Pisa,
tahun 1564. Selagi muda belajar di Universitas Pisa tetapi mandek karena
urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu dapat posisi
pengajar di universitas itu. Beberapa tahun kemudian dia bergabung
dengan Universitas Padua dan menetap di sana hingga tahun 1610. Dalam
masa inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah.
Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika. Aristoteles
mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda
yang lebih enteng, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan
pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo
memutuskan mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen
dia berkesimpulan bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik
benda berat maupun enteng jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai
batas mereka berkurang kecepatannya akibat pergeseran udara. (Kebetulan,
kebiasaan Galileo melakukan percobaan melempar benda dari menara Pisa
tampaknya tanpa sadar).
Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah lebih lanjut.
Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang
ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang
jatuh adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya
benda. Penemuan ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti
penting tersendiri. Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan
menghimpun hasil penemuannya dengan formula matematik. Penggunaan yang
luas formula matematik dan metode matematik merupakan sifat penting dari
ilmu pengetahuan modern.
Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya mengenai hukum
kelembaman. Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan
sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau
saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi
percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru.
Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat
dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas. Ini
merupakan prinsip penting yang telah berulang kali ditegaskan oleh
Newton dan digabungkan dengan sistemnya sendiri sebagai hukum gerak
pertama salah satu prinsip vital dalam ilmu pengetahuan.
Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori
perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak
menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang
matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris.
Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus
berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu dia tidak tahu cara
membuktikannya. Di tahun 1609, Galileo dengar kabar bahwa teleskop
diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun Galileo hanya mendengar
samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat kegeniusannya dia
mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia
mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah
berhasil membikin serentetan penemuan besar.
Dilihatnya bulan itu tidaklah rata melainkan benjol-benjol, penuh kawah
dan gunung-gunung. Benda-benda langit, kesimpulannya, tidaklah rata
serta licin melainkan tak beraturan seperti halnya wajah bumi.
Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya bahwa dia itu bukanlah semacam
kabut samasekali melainkan terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang
yang dengan mata telanjang memang seperti teraduk dan membaur satu sama
lain.
Kemudian diincarnya planit-planit dan tampaklah olehnya Saturnus
bagaikan dilingkari gelang. Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia
ada empat buah bulan berputar-putar mengelilingi planit itu. Di sini
terang-benderanglah baginya bahwa benda-benda angkasa dapat berputar
mengitari sebuah planit selain bumi. Keasyikannya menjadi-jadi:
ditatapnya sang surya dan tampak olehnya ada bintik-bintik dalam
wajahnya. Memang ada orang lain sebelumnya yang juga melihat
bintik-bintik ini, tetapi Galileo menerbitkan hasil penemuannya dengan
cara yang lebih efektif dan menempatkan masalah bintik-bintik matahari
itu menjadi perhatian dunia ilmu pengetahuan. Selanjutnya, penelitiannya
beralih ke planit Venus yang memiliki jangka serupa benar dengan jangka
bulan. Ini merupakan bagian dari bukti penting yang mengukuhkan teori
Copernicus bahwa bumi dan semua planit lainnya berputar mengelilingi
matahari.
Ilustrasi dari hukum daya pengungkit Galileo dipetik dari buku Galileo ‘Perbincangan Matematik dan Peragaan’
Penemuan teleskop dan serentetan penemuan ini melempar Galileo ke atas
tangga kemasyhuran. Sementara itu, dukungannya terhadap teori Copernicus
menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya
habis-habisan. Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616:
dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa Copernicus.
Galileo merasa tergencet dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun.
Baru sesudah Paus meninggal tahun 1623, dia digantikan oleh orang yang
mengagumi Galileo. Tahun berikutnya, Paus baru ini –Urban VIII– memberi
pertanda walau samar-samar bahwa larangan buat Galileo tidak lagi
dipaksakan.
Enam tahun berikutnya Galileo menghabiskan waktu menyusun karya
ilmiahnya yang penting Dialog Tentang Dua Sistem Penting Dunia. Buku ini
merupakan peragaan hebat hal-hal yang menyangkut dukungan terhadap
teori Copernicus dan buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan ijin sensor
khusus dari gereja. Meskipun begitu, penguasa-penguasa gereja menanggapi
dengan sikap berang tatkala buku terbit dan Galileo langsung diseret ke
muka Pengadilan Agama di Roma dengan tuduhan melanggar larangan tahun
1616.
Tetapi jelas, banyak pembesar-pembesar gereja tidak senang dengan
keputusan menghukum seorang sarjana kenamaan. Bahkan dibawah hukum
gereja saat itu, kasus Galileo dipertanyakan dan dia cuma dijatuhi
hukuman enteng. Galileo tidak dijebloskan ke dalam bui tetapi sekedar
kena tahanan rumah di rumahnya sendiri yang cukup enak di sebuah villa
di Arcetri. Teorinya dia tidak boleh terima tamu, tetapi nyatanya aturan
itu tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hukuman lain terhadapnya
hanyalah suatu permintaarn agar dia secara terbuka mencabut kembali
pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Ilmuwan berumur
69 tahun ini melaksanakannya di depan pengadilan terbuka. (Ada ceritera
masyhur yang tidak tentu benarnya bahwa sehabis Galileo menarik lagi
pendapatnya dia menunduk ke bumi dan berbisik pelan, “Tengok, dia masih
terus bergerak!”). Di kota Arcetri dia meneruskan kerja tulisnya di
bidang mekanika. Galileo meninggal tahun 1642.
Sumbangan besar Galileo terhadap kemajuan ilmu pengetahuan sudah lama
dikenal. Arti penting peranannya terletak pada penemuan-penemuan ilmiah
seperti hukum kelembaman, penemuan teleskopnya, pengamatan bidang
astronominya dan kegeniusannya membuktikan hipotesa Copernicus. Dan yang
lebih penting adalah peranannya dalam hal pengembangan metodologi ilmu
pengetahuan. Umumnya para filosof alam mendasarkan pendapatnya pada
pikiran-pikiran Aristoteles serta membuat penyelidikan secara kualitatif
dan fenomena yang terkategori. Sebaliknya, Galileo menetapkan fenomena
dan melakukan pengamatan atas dasar kuantitatif. Penekanan yang cermat
terhadap perhitungan secara kuantitatif sejak itu menjadi dasar
penyelidikan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.
Galileo mungkin lebih punya tanggung jawab daripada orang mana pun untuk
penyelidikan ilmiah dengan sikap empiris. Dialah, dan bukannya yang
lain, yang pertama kali menekankan arti penting peragaan
percobaan-percobaan, dia menolak pendapat bahwa masalah-masalah ilmiah
dapat diputuskan bersama dengan kekuasaan, apakah kekuasaan itu namanya
Gereja atau kaidah dalil Aristoteles. Dia juga menolak keras bersandar
pada skema-skema yang menggunakan alasan ruwet dan bukannya bersandar
pada dasar percobaan yang mantap. Cerdik cendikiawan abad tengah
memperbincangkan bertele-tele apa yang harus terjadi dan mengapa sesuatu
hal terjadi, tetapi Galileo bersikeras pada arti penting melakukan
percobaan untuk memastikan apa sesungguhnya yang terjadi. Pandangan
ilmiahnya jelas gamblang tidak berbau mistik, dan dalam hubungan ini dia
bahkan lebih modern ketimbang para penerusnya, seperti misalnya Newton.
Galileo, dapat dianggap orang yang taat beragama. Lepas dari hukuman
yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak menolak
baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan
pembesar-pembesar gereja untuk menekan usaha penyelidikan ilmu
pengetahuannya. Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Gahleo
sebagai lambang pemberontak terhadap dogma dan terhadap kekuasaan
otoriter yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya
yang lebih menonjol lagi adalah peranan yang dimainkannya dalam hal
meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.
<span style=”font-weight:bold;”>ALBERT EINSTEIN 1879-1955</span>
Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20.
Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori
“relativitas”-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang
bertautan satu sama lain: teori khusus “relativitas” yang dirumuskannya
tahun 1905 dan teori umum “relativitas” yang dirumuskannya tahun 1915,
lebih terkenal dengan hukum gaya berat Einstein. Kedua teori ini teramat
rumitnya, karena itu bukan tempatnya di sini menjelaskan sebagaimana
adanya, namun uraian ala kadarnya tentang soal relativitas khusus ada
disinggung sedikit. Pepatah bilang, “semuanya adalah relatif.” Teori
Einstein bukanlah sekedar mengunyah-ngunyah ungkapan yang nyaris
menjemukan itu. Yang dimaksudkannya adalah suatu pendapat matematik yang
pasti tentang kaidah-kaidah ilmiah yang sebetulnya relatif. Hakikatnya,
penilaian subyektif terhadap waktu dan ruang tergantung pada si
penganut. Sebelum Einstein, umumnya orang senantiasa percaya bahwa
dibalik kesan subyektif terdapat ruang dan waktu yang absolut yang bisa
diukur dengan peralatan secara obyektif. Teori Einstein
menjungkir-balikkan secara revolusioner pemikiran ilmiah dengan cara
menolak adanya sang waktu yang absolut. Contoh berikut ini dapat
menggambarkan betapa radikal teorinya, betapa tegasnya dia merombak
pendapat kita tentang ruang dan waktu.
Bayangkanlah sebuah pesawat ruang angkasa –sebutlah namanya X–meluncur
laju menjauhi bumi dengan kecepatan 100.000 kilometer per detik.
Kecepatan diukur oleh pengamat, baik yang berada di pesawat ruang
angkasa X maupun di bumi, dan pengukuran mereka bersamaan. Sementara
itu, sebuah pesawat ruang angkasa lain yang bernama Y meluncur laju pada
arah yang sama dengan pesawat ruang angkasa X tetapi dengan kecepatan
yang berlebih. Apabila pengamat di bumi mengukur kecepatan pesawat ruang
angkasa Y, mereka mengetahui bahwa pesawat itu melaju menjauhi bumi
pada kecepatan 180.000 kilometer per detik. Pengamat di atas pesawat
ruang angkasa Y akan berkesimpulan serupa.
Nah, karena kedua pesawat ruang angkasa itu melaju pada arah yang
bersamaan, akan tampak bahwa beda kecepatan antara kedua pesawat itu
80.000 kilometer per detik dan pesawat yang lebih cepat tak bisa tidak
akan bergerak menjauhi pesawat yang lebih lambat pada kadar kecepatan
ini.
Tetapi, teori Einstein memperhitungkan, jika pengamatan dilakukan dari
kedua pesawat ruang angkasa, mereka akan bersepakat bahwa jarak antara
keduanya bertambah pada tingkat ukuran 100.000 kilometer per detik,
bukannya 80.000 kilometer per detik.
Kelihatannya hal ini mustahil. Kelihatannya seperti olok-olok. Pembaca
menduga seakan ada bau-bau tipu. Menduga jangan-jangan ada perincian
yang disembunyikan. Padahal, sama sekali tidak! Hasil ini tidak ada
hubungannya dengan tenaga yang digunakan untuk mendorong mereka.
Tak ada keliru pengamatan. Walhasil, tak ada apa pun yang kurang, alat
rusak atau kabel melintir. Mulus, polos, tak mengecoh. Menurut Einstein,
hasil kesimpulan yang tersebut di atas tadi semata-mata sebagai akibat
dari sifat dasar alamiah ruang dan waktu yang sudah bisa diperhitungkan
lewat rumus ihwal komposisi kecepatannya.
Tampaknya merupakan kedahsyatan teoritis, dan memang bertahun-tahun
orang menjauhi “teori relativitas” bagaikan menjauhi hipotesa “menara
gading,” seolah-olah teori itu tak punya arti penting samasekali. Tak
seorang pun –tentu saja tidak– membuat kekeliruan hingga tahun 1945
tatkala bom atom menyapu Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu kesimpulan
“teori relativitas” Einstein adalah benda dan energi berada dalam arti
yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E =
mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c
merupakan kecepatan cahaya. Nah, karena c adalah sama dengan 180.000
kilometer per detik (artinya merupakan jumlah angka amat besar) dengan
sendirinya c2 (yang artinya c x c) karuan saja tak tepermanai besar
jumlahnya. Dengan demikian berarti, meskipun pengubahan sebagian kecil
dari benda mampu mengeluarkan jumlah energi luar biasa besarnya.
Orang karuan saja tak bakal bisa membikin sebuah bom atom atau pusat
tenaga nuklir semata-mata berpegang pada rumus E = mc2. Haruslah dikaji
pula dalam-dalam, banyak orang memainkan peranan penting dalam proses
pembangkitan energi atom. Namun, bagaimanapun juga, sumbangan pikiran
Einstein tidaklah meragukan lagi. Tak ada yang cekcok dalam soal ini.
Lebih jauh dari itu, tak lain dari Einstein orangnya yang menulis surat
kepada Presiden Roosevelt di tahun 1939, menunjukkan terbukanya
kemungkinan membikin senjata atom dan sekaligus menekankan arti penting
bagi Amerika Serikat selekas-lekasnya membikin senjata itu sebelum
didahului Jerman. Gagasan itulah kemudian mewujudkan “Proyek Manhattan”
yang akhirnya bisa menciptakan bom atom pertama.
“Teori relativitas khusus” mengundang beda pendapat yang hangat, tetapi
dalam satu segi semua sepakat, teori itu merupakan pemikiran yang paling
meragukan yang pernah dirumuskan manusia. Tetapi, tiap orang ternyata
terkecoh karena “teori relativitas umum” Einstein merupakan titik tolak
pikiran lain bahwa pengaruh gaya berat bukanlah lantaran kekuatan fisik
dalam makna yang biasa, melainkan akibat dari bentuk lengkung angkasa
luar sendiri, suatu pendapat yang amat mencengangkan!
Bagaimana bisa orang mengukur bentuk lengkung ruang angkasa?
Einstein bukan sekedar mengembangkan secara teoritis, melainkan
dituangkannya ke dalam rumusan matematik yang jernih dan jelas sehingga
orang bisa melakukan ramalan yang nyata dan hipotesanya bisa diuji.
Pengamatan berikutnya –dan ini yang paling cemerlang karena dilakukan
tatkala gerhana matahari total– telah berulang kali diyakini
kebenarannya karena bersamaan benar dengan apa yang dikatakan Einstein.
Teori umum tentang relativitas berdiri terpisah dalam beberapa hal
dengan semua hukum-hukum ilmiah. Pertama, Einstein merumuskan teorinya
tidak atas dasar percobaan-percobaan, melainkan atas dasar-dasar
kehalusan simetri dan matematik. Pendeknya berpijak diatas dasar
rasional seperti lazimnya kebiasaan para filosof Yunani dan para
cendekiawan abad tengah perbuat. Ini berarti, Einstein berbeda cara
dengan metode ilmuwan modern yang berpandangan empiris. Tetapi, bedanya
ada juga: pemikir Yunani dalam hal pendambaan keindahan dan simetri tak
pernah berhasil mengelola dan menemukan teori yang mekanik yang mampu
bertahan menghadapi percobaan pengujian yang rumit-rumit, sedangkan
Einstein dapat bertahan dengan sukses terhadap tiap-tiap percobaan.
Salah satu hasil dari pendekatan Einstein adalah bahwa teori umum
relativitasnya dianggap suatu yang amat indah, bergaya, teguh dan secara
intelektual memuaskan semua teori ilmiah.
Teori relativitas umum juga dalam beberapa hal berdiri secara terpisah.
Kebanyakan hukum-hukum ilmiah lain hanya kira-kira saja berlaku. Ada
yang kena dalam banyak hal, tetapi tidak semua. Sedangkan mengenai teori
umum relativitas, sepanjang pengetahuan, sepenuhnya diterima tanpa
kecuali. Tak ada keadaan yang tak diketahui, baik dalam kaitan teoritis
atau percobaan praktek yang menunjukkan bahwa ramalan-ramalan teori umum
relativitas hanya berlaku secara kira-kira. Bisa saja
percobaan-percobaan di masa depan merusak nama baik hasil sempurna yang
pernah dicapai oleh sesuatu teori, tetapi sepanjang menyangkut teori
umum relativitas, jelas tetap merupakan pendekatan yang paling
diandalkan bagi setiap ilmuwan dalam usahanya menuju kebenaran terakhir.
Meskipun Einstein teramat terkenal dengan “teori relativitas”-nya,
keberhasilan karyanya di bidang ilmiah lain juga membuatnya tersohor
selaku ilmuwan dalam setiap segi. Nyatanya, Einstein peroleh Hadiah
Nobel untuk bidang fisika terutama lantaran buah pikiran tertulisnya
membeberkan efek-efek foto elektrik, sebuah fenomena penting yang
sebelumnya merupakan teka-teki para cerdik pandai. Dalam karya tulisan
ilmiah itu Einstein membuktikan eksistensi photon, atau partikel cahaya.
Anggapan lama lewat percobaan yang tersendat-sendat mengatakan bahwa
cahaya itu terdiri dari gelombang elektro magnit, dan gelombang serta
partikel merupakan konsep yang berlawanan. Sedangkan hipotesa Einstein
menunjukkan suatu perbedaan yang radikal dan amat bertentangan dengan
teori-teori klasik. Bukan saja hukum foto elektriknya terbukti punya
arti penting dalam penggunaan, tetapi hipotesanya tentang photon punya
pengaruh besar dalam perkembangan teori kuantum (hipotesa bahwa dalam
radiasi, energi elektron dikeluarkan tidak kontinyu melainkan dalam
jumlah tertentu) yang saat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari
teori itu.
Dalam hal menilai arti penting Einstein, suatu perbandingan dengan Isaac
Newton merupakan hal menyolok. Teori Newton pada dasarnya mudah
dipahami, dan kegeniusannya sudah tampak pada awal mula perkembangan.
Sedangkan “teori relativitas” Einstein teramat sulit dipahami biarpun
lewat penjelasan yang cermat dan hati-hati. Lebih-Lebih rumit lagi jika
mengikhtisarkan aslinya! Tatkala beberapa gagasan Newton mengalami
benturan dengan gagasan ilmiah pada jamannya, teorinya tak pernah tampak
luntur atau goyah dengan pendiriannya. Sebaliknya, “teori relativitas”
penuh dengan hal yang saling bertentangan. Ini merupakan bagian dari
kegeniusan Einstein bahwa pada saat permulaan, ketika gagasannya masih
merupakan hipotesa yang belum diuji yang dikemukakannya selaku orang
muda belasan tahun yang samasekali tidak dikenal, dia tak pernah
membiarkan kontradiksi yang nyata-nyata ada ini dan mencampakkan
teorinya. Sebaliknya malahan dia dengan sangat cermat dan hati-hati
merenungkan terus hingga ia mampu menunjukkan bahwa kontradiksi ini
hanya pada lahirnya saja sedangkan sebenarnya tiap masalah selalu
tersedia untuk memecahkan kontradiksi itu dengan cara yang halus namun
cerdik dan tegas.
Kini, kita anggap teori Einstein itu pada dasarnya lebih “correct”
ketimbang teori Newton. Jika begitu halnya kenapa Einstein ditempatkan
Lebih bawah dalam daftar tingkat urutan buku ini?
Alasannya tersedia. Pertama, teori-teori Newtonlah yang merupakan
peletak dasar dan batu pertama ilmu pengetahuan modern dan teknologi.
Tanpa karya Newton, kita tidak akan menyaksikan teknologi modern
sekarang ini. Bukannya Einstein.
Ada lagi faktor yang menyebabkan mengapa kedudukan Einstein dalam urutan
seperti yang pembaca saksikan. Dalam banyak hal, perkembangan suatu ide
melibatkan sumbangan pikiran banyak orang. Ini jelas sekali misalnya
dalam ihwal sejarah sosialisme, atau dalam pengembangan teori listrik
dan magnit. Meskipun Einstein tidak 100% merumuskan “teori relativitas”
dengan otaknya sendiri, yang sudah pasti sebagian terbesar memang
sahamnya. Adalah adil mengatakan bahwa ditilik dari perbandingan arti
penting ide-ide lain, teori-teori relativitas terutama berasal dari
kreasi seorang, si genius dan si jempolan, Einstein.
Einstein mendiskusikan teori-teorinya.
Einstein lahir tahun 1879, di kota Ulm, Jerman. Dia memasuki perguruan
tinggi di Swiss dan menjadi warganegara Swiss tahun 1900. Di tahun 1905
dia mendapat gelar Doktor dari Universitas Zurich tetapi (anehnya) tak
bisa meraih posisi akademis pada saat itu. Di tahun itu pula dia
menerbitkan kertas kerja perihal “relatif khusus,” perihal efek foto
elektrik, dan tentang teori gerak Brown. Hanya dalam beberapa tahun saja
kertas-kertas kerja ini, terutama yang menyangkut relativitas, telah
mengangkatnya menjadi salah seorang ilmuwan paling cemerlang dan paling
orisinal di dunia. Teori-teorinya sangat kontroversial. Tak ada ilmuwan
dunia kecuali Darwin yang pernah menciptakan situasi kontroversial
seperti Einstein. Akibat itu, di tahun 1913 dia diangkat sebagai
mahaguru di Universitas Berlin dan pada saat berbarengan menjadi
Direktur Lembaga Fisika “Kaisar Wilhelm” serta menjadi anggota Akademi
Ilmu Pengetahuan Prusia. Jabatan-jabatan ini tidak mengikatnya untuk
sebebas-bebasnya mengabdikan sepenuh waktu melakukan
penyelidikan-penyelidikan, kapan saja dia suka.
Pemerintah Jerman tidak menyesal menyiram Einstein dengan sebarisan
panjang kedudukan yang istimewa itu karena persis dua tahun kemudian
Einstein berhasil merumuskan “teori umum relativitas,” dan tahun 1921
dia memperoleh Hadiah Nobel. Sepanjang paruhan terakhir dari
kehidupannya, Einstein menjadi buah bibir dunia, dan hampir dapat
dipastikan dialah ilmuwan yang masyhur yang pernah lahir ke dunia.
Karena Einstein seorang Yahudi, kehidupannya di Jerman menjadi tak aman
begitu Hitler naik berkuasa. Di tahun 1933 dia hijrah ke Princeton, New
Jersey, Amerika Serikat, bekerja di Lembaga Studi Lanjutan Tinggi dan di
tahun 1940 menjadi warga negara Amerika Serikat. Perkawinan pertama
Einstein berujung dengan perceraian, hanya perkawinannya yang kedua
tampaknya baru bahagia. Punya dua anak, keduanya laki-laki. Einstein
meninggal dunia tahun 1955 di Princeton.
Einstein senantiasa tertarik pada ihwal kemanusiaan dunia di sekitarnya
dan sering mengemukakan pandangan-pandangan politiknya. Dia merupakan
pelawan teguh terhadap sistem politik tirani, seorang pendukung gigih
gerakan Pacifis, dan seorang penyokong teguh Zionisme. Dalam hal
berpakaian dan kebiasaan-kebiasaan sosial dia tampak seorang yang
individualistis. Suka humor, sederhana dan ada bakat gesek biola.
Tulisan pada nisan makam Newton yang berbunyi: “Bersukarialah para arwah
karena hiasan yang ditinggalkannya bagi kemanusiaan!” sebetulnya lebih
kena untuk Einstein.
<span style=”font-weight:bold;”>JAMES WATT 1736-1819</span>
James Watt, orang Skotlandia yang sering dihubungkan dengan penemu mesin uap, adalah tokoh kunci Revolusi Industri.
Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang membikin mesin uap.
Rancangan serupa disusun pula oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun
Masehi. Di tahun 1686 Thomas Savery membikin paten sebuah mesin uap
yang digunakan untuk memompa air, dan di tahun 1712, seorang Inggris
Thomas Newcomen, membikin pula paten barang serupa dengan versi yang
lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah dan
kurang efisien, hanya bisa digunakan untuk pompa air dari tambang
batubara.
Watt menjadi tertarik dengan ihwal mesin uap di tahun 1764 tatkala dia
sedang membetulkan mesin ciptaan Newcomen. Meskipun Watt cuma peroleh
pendidikan setahun sebagai tukang pembuat perkakas, tetapi dia punya
bakat pencipta yang besar. Penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukannya
terhadap mesin bikinan Newcomen begitu penting, sehingga layaklah
menganggap sesungguhnya Wattlah pencipta pertama mesin uap yang praktis.
Keberhasilan Watt pertama yang dipatenkannya di tahun 1769 adalah
penambahan ruang terpisah yang diperkokoh. Dia juga membikin isolasi
pemisah untuk mencegah menghilangnya panas pada silinder uap, dan di
tahun 1782 dia menemukan mesin ganda. Dengan beberapa perbaikan kecil,
pembaruan ini menghasilan peningkatan efisiensi mesin uap dengan empat
kali lipat atau lebih. Dalam praktek, peningkatan efisiensi ini memang
merupakan hasil dari suatu kecerdasan namun tidaklah begitu merupakan
peralatan yang bermanfaat dan bukan pula punya kegunaan luar biasa
ditilik dari sudut industri.
Watt juga menemukan (di tahun 1781) seperangkat gerigi untuk mengubah
gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Alat ini meningkatkan
secara besar-besaran penggunaan mesin uap. Watt juga berhasil
menciptakan pengontrol gaya gerak melingkar otomatis (tahun 1788), yang
menyebabkan kecepatan mesin dapat secara otomatis diawasi. Juga
menciptakan alat pengukur bertekanan (tahun 1790), alat penghitung
kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai tambahan
perbaikan lain-lain peralatan.
Watt sendiri tidak punya bakat bisnis. Tetapi, di tahun 1775 dia
melakukan persekutuan dengan Matthew Boulton, seorang insinyur, dan
seorang pengusaha yang cekatan. Selama dua puluh lima tahun sesudah itu,
perusahaan Watt dan Boulton memproduksi sejumlah besar mesin uap dan
keduanya menjadi kaya raya.
Mesin uap bekerja ganda penemuan Watt tahun 1769
Memang sulit melebih-lebihkan arti penting mesin uap. Sebab, memang
banyak penemuan-penemuan lain yang memegang peranan penting mendorong
berkembangnya Revolusi Industri. Misalnya, perkembangan dunia tambang,
metalurgi, dan macam-macam peralatan mesin. Sekoci yang meluncur
bolak-balik dalam mesin tenun (penemuan John Kay tahun 1733), atau alat
pintal (penemuan James Hargreaves tahun 1764) semuanya terjadi
mendahului kreasi Watt. Sebagian terbesar dari penemuan-penemuan itu
hanyalah merupakan penyempurnaan yang kurang berarti dan tak satu pun
punya arti vital dalam kaitan dengan bermulanya Revolusi Industri. Lain
halnya dengan penemuan mesin uap yang memainkan peranan penting dalam
Revolusi Industri, yang tampaknya keadaan akan mengalami bentuk lain.
Sebelumnya, meskipun tenaga uap digunakan untuk kincir angin dan putaran
air, sumber pokok tenaga mesin terletak pada tenaga manusia. Faktor ini
amat membatasi kapasitas produksi industri. Berkat penemuan mesin uap,
keterbatasan ini tersingkirkan. Sejumlah besar energi kini dapat
disalurkan untuk hal-hal yang produktif yang menanjak dengan teramat
derasnya. Embargo minyak tahun 1973 membuat kita sadar betapa
sengsaranya jika bahan energi berkurang dan mampu melumpuhkan industri.
Pengalaman ini, pada tingkat tertentu, mendorong kita membayangkan arti
penting Revolusi Industri berkat penemuan James Watt.
Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga punya guna besar
di bidang-bidang lain. Di tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans
berhasil menggunakan mesin uap untuk penggerak kapal. Di tahun 1804,
Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Tak satu pun dari
model-model pemula itu berhasil secara komersial. Dalam tempo beberapa
puluh tahun, barulah baik kapal maupun kereta api menghasilkan revolusi
baik di bidang pengangkutan darat maupun laut.
Revolusi Industri berlangsung hampir berbarengan dengan Revolusi Amerika
maupun Perancis. Meskipun waktu itu tampaknya sepele, kini tampak jelas
betapa Revolusi Industri itu seakan digariskan mempunyai makna jauh
lebih penting untuk peri kehidupan manusia ketimbang arti penting
revolusi politik. James Watt, oleh sebab itu tergolong salah seorang
yang punya pengaruh penting dalam sejarah.
MICHAEL FARADAY 1791-1867
Abad ini abad listrik. Memang, ada yang bilang abad ruang angkasa, ada
yang bilang abad atom, tetapi kesemuanya ini –betapapun pentingya–
relatif sedikit pengaruhnya kepada kehidupan sehari-hari. Lain halnya
dengan listrik. Tak terbayangkan rasanya hidup bisa jalan baik tanpa
listrik. Tak habis-habisnya dari pagi hingga pagi kita mengambil manfaat
dari listrik. Fakta menunjukkan, tak ada jenis teknologi yang begitu
luas tersebar ketimbang penggunaan listrik.
Banyak tokoh penyumbang dalam hal kelistrikan: Charles Augustine de
Coulomb, Count Alessandro Volta, Hans Christian Oersted dan Andre Marie
Ampere. Mereka-mereka ini diantara jago-jago terbaik di bidang listrik.
Namun, puncak bin puncak dari semuanya adalah ilmuwan Inggris Michael
Faraday dan James Clerk Maxwell. Walaupun kerja kedua orang itu
berkaitan satu sama lain dan saling lengkap-melengkapi, tetapi mereka
bukan berada dalam satu tim, masing-masing mencipta secara pribadi,
karena itu kedua-duanya dapat tempat terhormat di dalam daftar urutan
buku ini.
Michael Faraday lahir tahun 1791 di Newington, Inggris. Berasal-usul
dari keluarga tak berpunya dan umumnya belajar sendiri. Di usia empat
belas tahun dia magang jadi tukang jilid dan jual buku, dan kesempatan
inilah yang digunakannya banyak baca buku seperti orang kesetanan.
Tatkala umurnya menginjak dua puluh tahun, dia mengunjungi
ceramah-ceramah yang diberikan oleh ilmuwan Inggris kenamaan Sir Humphry
Davy. Faraday terpesona dan ternganga-nganga. Ditulisnya surat kepada
Davy dan pendek ceritera untung baik diterima sebagai asistennya. Hanya
dalam tempo beberapa tahun, Faraday sudah bisa membikin
penemuan-penemuan baru atas hasil kreasinya sendiri. Meski dia tidak
punya latar belakang yang memadai di bidang matematika, selaku ahli ilmu
alam dia tak terlawankan.
Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun
1821. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnit
kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat
yang tidak berjauhan. Ini membikin Faraday berkesimpulan, jika magnit
diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar dugaan
ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan
terus-menerus berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik
dialirkan ke kawat. Sesungguhnya dalam hal ini Faraday sudah menemukan
motor listrik pertama, suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk
membuat sesuatu benda bergerak. Betapapun primitifnya, penemuan Faraday
ini merupakan “nenek moyang” dari semua motor listrik yang digunakan
dunia sekarang ini.
Ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan
praktisnya terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus
listrik selain dari baterei kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday
yakin, mesti ada suatu cara penggunaan magnit untuk menggerakkan
listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan metode
itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus
listrik yang berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday
menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan
mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut
“pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday”
dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.
Ini merupakan penemuan yang monumental, dengan dua alasan. Pertama,
“Hukum Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan
dengan pengertian teoritis kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro
magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus
aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan
dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita
untuk mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang
apa yang diperbuat Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip
serupa dengan pengaruh elektro magnetik.
Faraday juga memberi sumbangan di bidang kimia. Dia membuat rencana
mengubah gas jadi cairan, dia menemukan pelbagai jenis kimiawi termasuk
benzene. Karya lebih penting lagi adalah usahanya di bidang elektro
kimia (penyelidikan tentang akibat kimia terhadap arus listrik).
Penyelidikan Faraday dengan ketelitian tinggi menghasilkan dua hukum
“elektrolysis” yang penyebutannya dirangkaikan dengan namanya yang
merupakan dasar dari elektro kimia. Dia juga mempopulerkan banyak sekali
istilah yang digunakan dalam bidang itu seperti: anode, cathode,
electrode dan ion.
Dan adalah Faraday jua yang memperkenalkan ke dunia fisika gagasan
penting tentang garis magnetik dan garis kekuatan listrik. Dengan
penekanan bahwa bukan magnit sendiri melainkan medan diantaranya, dia
menolong mempersiapkan jalan untuk pelbagai macam kemajuan di bidang
fisika modern, termasuk pernyataan Maxwell tentang persamaan antara dua
ekspresi lewat tanda (=) seperti 2x + 5 = 10. Faraday juga menemukan,
jika perpaduan dua cahaya dilewatkan melalui bidang magnit, perpaduannya
akan mengalami perubahan. Penemuan ini punya makna penting khusus,
karena ini merupakan petunjuk pertama bahwa ada hubungan antara cahaya
dengan magnit.
Faraday bukan cuma cerdas tetapi juga tampan dan punya gaya sebagai
penceramah. Tetapi, dia sederhana, tak ambil peduli dalam hal
kemasyhuran, duit dan sanjungan. Dia menolak diberi gelar kebangsawanan
dan juga menolak jadi ketua British Royal Society. Hidup perkawinannya
panjang dan berbahagia, cuma tak punya anak. Dia tutup usia tahun 1867
di dekat kota London.
<span style=”font-weight:bold;”>JAMES CLERK MAXWELL 1831-1879</span>
Fisikawan Inggris kesohor James Clerk Maxwell ini terkenal melalui
formulasi empat pernyataan yang menjelaskan hukum dasar listrik dan
magnit.
Kedua bidang ini sebelum Maxwell sudah diselidiki lama sekali dan sudah
sama diketahui ada kaitan antar keduanya. Namun, walau pelbagai hukum
listrik dan kemagnitan sudah diketemukan dan mengandung kebenaran dalam
beberapa segi, sebelum Maxwell, tak ada satu pun dari hukum-hukum itu
yang merupakan satu teori terpadu. Dalam dia punya empat perangkat hukum
yang dirumuskan secara ringkas (tetapi punya bobot tinggi), Maxwell
berhasil menjabarkan secara tepat perilaku dan saling hubungan antara
medan listrik dan magnit. Dengan begitu dia mengubah sejumlah besar
fenomena menjadi satu teori tunggal yang dapat dijadikan pegangan.
Pendapat Maxwell telah jadi anutan pada abad sebelumnya secara luas baik
di sektor teori maupun dalam praktek ilmu pengetahuan.
Nilai terpenting dari, pendapat Maxwell yang baru itu adalah: banyak
persamaan umum yang bisa terjadi dalam semua keadaan. Semua hukum-hukum
listrik dan magnit yang sudah ada sebelumnya dapat dianggap berasal dari
pendapat Maxwell, begitu pula sejumlah besar hukum lainnya, yang
dulunya merupakan teori yang tidak dikenal. Dari pendapat Maxwell ini
dapat diperlihatkan betapa pergoyangan bolak-balik bidang
elektromagnetik secara periodik adalah sesuatu hal yang bisa terjadi.
Gerak bolak-balik seperti pendulum ini disebut gelombang
elektromagnetik, yang bilamana sekali digerakkan akan menyebar terus
hingga angkasa luar. Dari pendapat-pendapat ini mampu menunjukkan bahwa
kecepatan gelombang elektromagnetik itu mencapai sekitar 300.000
kilometer (186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama
dengan ukuran kecepatan cahaya. Dari sudut ini dia dengan tepat
mengambil kesimpulan bahwa cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang
elektromagnetik.
Jadi, pendapat Maxwell bukan semata merupakan hukum dasar dari
kelistrikan dan kemagnitan, tetapi juga sekaligus merupakan hukum dasar
optik. Sesungguhnya, semua hukum terdahulu yang dikenal sebagai hukum
optik dapat dikaitkan dengan pendapatnya, juga banyak fakta dan hubungan
dengan hal-hal yang dulunya tidak terungkapkan.
Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan
radiasi elektromagnetik. Pendapat Maxwell menunjukkan bahwa gelombang
elektromagnetik lain, berbeda dengan cahaya yang tampak oleh mata dalam
dia punya panjang gelombang dan frekuensi, bisa saja ada. Kesimpulan
teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich Hertz, yang
sanggup menghasilkan dan menemui kedua gelombang yang tampak oleh mata
yang diramalkan oleh Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo
Marconi memperagakan bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat
digunakan buat komunikasi tanpa kawat sehingga menjelmalah apa yang
namanya radio itu. Kini, kita gunakan juga buat televisi, sinar X, sinar
gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh dari radiasi
elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil pemikiran
Maxwell.
Meski kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada sumbangan
pikirannya yang dahsyat di bidang elektromagnetik dan optik, dia juga
memberi sumbangan penting bagi dunia ilmu pengetahuan di segi lain
termasuk teori-teori astronomi dan termodinamika (penyelidikan ihwal
panas). Salah satu minat khususnya adalah teori kinetik tentang gas.
Maxwell menyadari bahwa tidak semua molekul gas bergerak pada kecepatan
sama. Sebagian lebih lambat, sebagian lebih cepat, dan sebagian lagi
dengan kecepatan yang luar biasa. Maxwell mencoba rumus khusus
menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak (dalam suhu tertentu) pada
kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut “penyebaran Maxwell,”
merupakan rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-rumus ilmiah, dan
mengandung makna dan manfaat penting pada tiap cabang fisika.
Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. Dia teramatlah
dini berkembang: pada usia lima belas tahun dia sudah mampu
mempersembahkan sebuah kertas kerja ilmiah kepada “Edinburgh Royal
Society.” Dia masuk Universitas Edinburgh dan tamat Universitas
Cambridge. Kawin, tetapi tak beranak. Maxwell umumnya dianggap
teoritikus terbesar di bidang fisika dalam seluruh masa antara Newton
dan Einstein. Kariernya yang cemerlang berakhir terlampau cepat karena
dia meninggal dunia tahun 1879 akibat serangan kanker, tak berapa lama
sehabis merayakan ulang tahunnya yang ke-48.
<span style=”font-weight:bold;”>MAX PLANCK 1858-1947
</span>
Bulannya Desember, tahunnya 1900. Dunia ilmu terperanjat dan terlompat
dari tempat duduknya. Apa yang terjadi? Seorang ahli fisika Jerman, Max
Planck, umumkan dia punya hipotesa yang berani. Dia bilang radiant
energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang
kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebutnya quanta.
Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang cahaya dan
elektro magnetik ini merupakan titik mula dari teori kuantum yang sejak
itu merevolusionerkan bidang fisika dan menyuguhkan kita pengertian
yang lebih mendalam tentang alam benda dan radiasi.
Dilahirkan tahun 1858 di kota Kiel, Jerman, dia belajar di Universitas
Berlin dan Munich, peroleh gelar Doktor dalam ilmu fisika dengan summa
cum laude dari Universitas Munich selagi berumur baru dua puluh satu
tahun. Sebentar dia mengajar di Universitas Munich, kemudian di
Universitas Kiel. Di tahun 1889 dia jadi mahaguru Univeristas Berlin
sampai pensiunnya tiba tatkala usianya mencapai tujuh puluh. Itu tahun
1928.
Planck, seperti halnya ilmuwan lain, tertarik dengan “radiasi kuantitas
gelap,” julukan buat radiasi elektromagnetik dikeluarkan oleh obyek
gelap sempurna apabila dipanaskan. (Suatu obyek gelap sempurna
dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, tetapi
sepenuhnya menyerap semua cahaya yang jatuh di atasnya).
Percobaan-percobaan para ahli fisika telah membuat ukuran yang hati-hati
perihal radiasi yang dikeluarkan oleh obyek itu bahkan sebelum Planck
bekerja dalam masalah itu. Hasil karya Planck pertama adalah penemuannya
dalam hal formula secara aljabar yang ruwet yang dengan tepat
menggambarkan “radiasi kuantitas gelap.” Formula ini yang kerap
digunakan dalam teori fisika sekarang dengan rapi meringkas data-data
percobaan. Tetapi ada satu masalah: hukum fisika yang sudah diterima
meramalkan adanya suatu formula yang samasekali berbeda.
Planck berkecimpung dalam-dalam terhadap soal ini dan akhirnya tampil
dengan teori baru yang radikal: energi radiant cuma keluar pada
pergandaan yang tepat dari unit elementer yang disebut Planck “kuantum”.
Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi
cahaya (misalnya pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas
fisik yang oleh Planck diringkas dengan “h”, tetapi sekarang disebut
“patokan Planck.” Hipotesa Planck amatlah berlawanan dengan apa yang
jadi konsep umum fisika. Tetapi, dengan penggunaan ini dia mampu
menemukan keaslian teoritis yang tepat daripada formula yang benar
tentang “radiasi kuantitas gelap.”
Teori Planck begitu revolusioner, yang tak syak lagi bisa dianggap suatu
gagasan eksentrik kalau saja Planck bukan seorang ahli fisika yang
mantap dan konservatif. Kendati hipotesanya terdengar aneh, dalam soal
khusus ini jelas merupakan penuntun ke arah formula yang benar.
Pada mulanya, umumnya ahli fisika (termasuk Planck sendiri) melihat
hipotesanya sebagai tak lain dari sebuah fiksi matematik yang cocok.
Sesudah beberapa tahun, hal itu berubah sehingga konsepsi Planck tentang
kuantum dapat digunakan untuk pelbagai fenomena fisik selain untuk
“radiasi kuantitas gelap.” Einstein menggunakan konsep ini di tahun 1905
dalam rangka menjelaskan efek fotoelektrika, dan Niels Bohr
menggunakannya di tahun 1913 dalam teorinya tentang struktur atom.
Menjelang tahun 1918 tatkala Planck peroleh Hadiah Nobel, jelaslah sudah
bahwa hipotesanya pada dasarnya benar dan itu mempunyai arti penting
yang fundamental dalam teori fisika.
Sikap anti Nazi Planck yang keras membuat kedudukannya berabe di masa
pemerintahan Hitler. Anak laki-lakinya dihukum mati di awal tahun 1945
akibat peranannya dalam komplotan para perwira yang punya rencana
membunuh Hitler. Planck sendiri mati tahun 1947, pada umur delapan puluh
sembilan tahun.
Perkembangan mekanika kuantum mungkin yang paling penting dari
perkembangan ilmu pengetahuan dalam abad ke-20, lebih penting ketimbang
teori relativitas Einstein. Patokan “h” Planck memegang peranan penting
dalam teori fisika dan sekarang dihimpun jadi dua atau tiga patokan
fisika paling dasar. Patokan itu muncul dalam teori struktur atom, dalam
prinsip “ketidakpastian” Heisenberg, dalam teori radiasi dan dalam
banyak lagi formula ilmiah. Perkiraan pertama Planck mengenai nilai
jumlah adalah dalam batas perhitungan 2% yang diterima sekarang.
Planck umumnya dianggap bapak mekanika kuantum. Kendati dia memainkan
peranan tak seberapa dalam perkembangan teori selanjutnya, adalah keliru
mengecilkan arti Planck. Jalan mula yang disuguhkannya sungguh penting.
Dia membebaskan pikiran orang dari anggapan-anggapan keliru yang ada
sebelumnya, dan dia memungkinkan orang-orang sesudahnya menyusun teori
yang jauh lebih jernih daripada yang sekarang kita miliki.
<span style=”font-weight:bold;”>NIELS BOHR 1885-1962
</span>
Babi, kodok, trenggiling, manusia, semuanya punya bapak, resmi atau
tidak resmi. Begitu juga teori struktur atom pun punya bapak. Dia itu
Niels Henrik David Bohr yang lahir tahun 1885 di Kopenhagen. Di tahun
1911 dia raih gelar doktor fisika dari Universitas Copenhagen. Tak lama
sesudah itu dia pergi ke Cambridge, Inggris. Di situ dia belajar di
bawah asuhan J.J. Thompson, ilmuwan kenamaan yang menemukan elektron.
Hanya dalam beberapa bulan sesudah itu Bohr pindah lagi ke Manchester,
belajar pada Ernest Rutherford yang beberapa tahun sebelumnya menemukan
nucleus (bagian inti) atom. Adalah Rutherford ini yang menegaskan
(berbeda dengan pendapat-pendapat sebelumnya) bahwa atom umumnya kosong,
dengan bagian pokok yang berat pada tengahnya dan elektron di bagian
luarnya. Tak lama sesudah itu Bohr segera mengembangkan teorinya sendiri
yang baru serta radikal tentang struktur atom.
Kertas kerja Bohr yang bagaikan membuai sejarah “On the Constitution of
Atoms and Molecules,” diterbitkan dalam Philosophical Magazine tahun
1933.
Teori Bohr memperkenalkan atom sebagai sejenis miniatur planit mengitari
matahari, dengan elektron-elektron mengelilingi orbitnya sekitar bagian
pokok, tetapi dengan perbedaan yang sangat penting: bilamana
hukum-hukum fisika klasik mengatakan tentang perputaran orbit dalam
segala ukuran, Bohr membuktikan bahwa elektron-elektron dalam sebuah
atom hanya dapat berputar dalam orbitnya dalam ukuran spesifik tertentu.
Atau dalam kalimat rumusan lain: elektron-elektron yang mengitari
bagian pokok berada pada tingkat energi (kulit) tertentu tanpa menyerap
atau memancarkan energi. Elektron dapat berpindah dari lapisan dalam ke
lapisan luar jika menyerap energi. Sebaliknya, elektron akan berpindah
dari lapisan luar ke lapisan lebih dalam dengan memancarkan energi.
Teori Bohr memperkenalkan perbedaan radikal dengan gagasan teori klasik
fisika. Beberapa ilmuwan yang penuh imajinasi (seperti Einstein) segera
bergegas memuji kertas kerja Bohr sebagai suatu “masterpiece,” suatu
kerja besar; meski begitu, banyak ilmuwan lainnya pada mulanya
menganggap sepi kebenaran teori baru ini. Percobaan yang paling kritis
adalah kemampuan teori Bohr menjelaskan spektrum dari hydrogen atom.
Telah lama diketahui bahwa gas hydrogen jika dipanaskan pada tingkat
kepanasan tinggi, akan mengeluarkan cahaya. Tetapi, cahaya ini tidaklah
mencakup semua warna, tetapi hanya cahaya dari sesuatu frekuensi
tertentu. Nilai terbesar dari teori Bohr tentang atom adalah berangkat
dari hipotesa sederhana tetapi sanggup menjelaskan dengan ketetapan yang
mengagumkan tentang gelombang panjang yang persis dari semua garis
spektral (warna) yang dikeluarkan oleh hidrogen. Lebih jauh dari itu,
teori Bohr memperkirakan adanya garis spektral tambahan, tidak terlihat
pada saat sebelumnya, tetapi kemudian dipastikan oleh para pencoba.
Sebagai tambahan, teori Bohr tentang struktur atom menyuguhkan
penjelasan pertama yang jelas apa sebab atom punya ukuran seperti
adanya. Ditilik dari semua kejadian yang meyakinkan ini, teori Bohr
segera diterima, dan di tahun 1922 Bohr dapat,hadiah Nobel untuk bidang
fisika.
Tahun 1920 lembaga Fisika Teoritis didirikan di Kopenhagen dan Bohr jadi
direkturnya. Di bawah pirnpinannya cepat menarik minat ilmuwan-ilmuwan
muda yang brilian dan segera menjadi pusat penyelidikan ilmiah dunia.
Tetapi sementara itu teori struktur atom Bohr menghadapi
kesulitan-kesulitan. Masalah terpokok adalah bahwa teori Bohr, meskipun
dengan sempurna menjelaskan kesulitan masa depan atom (misalnya
hidrogen) yang punya satu elektron, tidak dengan persis memperkirakan
spektra dari atom-atom lain. Beberapa ilmuwan, terpukau oleh sukses luar
biasa teori Bohr dalam hal memaparkan atom hidrogen, berharap dengan
jalan menyempurnakan sedikit teori Bohr, mereka dapat juga menjelaskan
spektra atom yang lebih berat. Bohr sendiri merupakan salah seorang
pertama yang menyadari penyempurnaan kecil itu tak akan menolong, karena
itu yang diperlukan adalah perombakan radikal. Tetapi, bagaimanapun dia
mengerahkan segenap akal geniusnya, toh dia tidak mampu memecahkannya.
Pemecahan akhirnya ditemukan oleh Werner Heisenberg dan lain-lainnya,
mulai tahun 1925. Adalah menarik untuk dicatat di sini, bahwa Heisenberg
–dan umumnya ilmuwan yang mengembangkan teori baru– belajar di
Kopenhagen, yang tak syak lagi telah mengambil manfaat yang besar dari
diskusi-diskusi dengan Bohr dan saling berhubungan satu sama lain. Bohr
sendiri bergegas menuju ide baru itu dan membantu mengembangkannya. Dia
membuat sumbangan penting terhadap teori baru, dan liwat disuksi-diskusi
dan tulisan-tulisan, dia menolong membikin lebih sistematis.
Tahun 1930-an lebih menunjukkan perhatiannya terhadap permasalahan
bagian pokok struktur atom. Dia mengembangkan model penting “tetesan
cairan” bagian pokok atom. Dia juga mengajukan masalah teori tentang
“kombinasi bagian pokok” dalam reaksi atom untuk dipecahkan. Tambahan
pula, Bohr merupakan orang yang dengan cepat menyatakan bahwa isotop
uranium yang terlibat dalam pembagian nuklir adalah U235. Pernyataan ini
punya makna penting dalam pengembangan berikutnya dari bom atom.
Dalam tahun 1940 balatentara Jerman menduduki Denmark. Ini menempatkan
diri Bohr dalam bahaya, sebagian karena dia punya sikap anti Nazi sudah
tersebar luas, sebagian karena ibunya seorang Yahudi. Tahun 1943 Bohr
lari meninggalkan Denmark yang jadi daerah pendudukan, menuju Swedia.
Dia juga menolong sejumlah besar orang Yahudi Denmark melarikan diri
agar terhindar dari kematian dalam kamar-kamar gas Hitler. Dari Swedia
Bohr lari ke Inggris dan dari sana menyeberang ke Amerika Serikat. Di
negeri ini, selama perang berlangsung, Bohr membantu membikin bom atom,
Seusai perang, Bohr kembali kampung ke Denmark dan mengepalai lembaga
hingga rohnya melayang tahun 1`562. Dalam tahun-tahun sesudah perang
Bohr berusaha keras –walau tak berhasil– mendorong dunia internasional
agar mengawasi penggunaan energi atom.
Bohr kawin tahun 1912, di sekitar saat-saat dia melakukan kerja besar di
bidang ilmu pengetahuan. Dia punya lima anak, salah seorang bernama
Aage Bohr, memenangkan hadiah Nobel untuk bidang fisika di tahun 1975.
Bohr merupakan orang yang paling disenangi di dunia ilmuwan, bukan
semata-mata karena menghormat ilmunya yang genius, tetapi juga
pribadinya dan karakter serta rasa kemanusiaannya yang mendalam.
Kendati teori orisinal Bohr tentang struktur atom sudah berlalu lima
puluh tahun yang lampau, dia tetap merupakan salah satu dari tokoh besar
di abad ke-20. Ada beberapa alasan mengapa begitu. Pertama, sebagian
dari hal-hal penting teorinya masih tetap dianggap benar. Misalnya,
gagasannya bahwa atom dapat ada hanya pada tingkat energi yang cermat
adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari semua teori-teori struktur
atom berikutnya. Hal lainnya lagi, gambaran Bohr tentang atom punya arti
besar buat menemukan sesuatu untuk diri sendiri, meskipun ilmuwan
modern tak menganggap hal itu secara harfiah benar. Yang paling penting
dari semuanya itu, mungkin, adalah gagasan Bohr yang merupakan tenaga
pendorong bagi perkembangan “teori kuantum.” Meskipun beberapa
gagasannya telah kedaluwarsa, namun jelas secara historis teori-teorinya
sudah membuktikan merupakan titik tolak teori modern tentang atom dan
perkembangan berikutnya bidang mekanika kuantum.
ARCHIMEDES 287 SM-212 SM
Yang namanya ilmuwan itu tentu pintar. Kalau tidak, buat apa disebut
ilmuwan? Tetapi Archimedes –menurut ukuran dunia lama– bukan pintar
sekedar pintar tetapi paling pintar di bidangnya, bidang matematika. Dia
kadangkala dianggap penemu prinsip pengungkit dan konsep gaya berat
tertentu.
Tetapi nyatanya pengungkit itu sudah dikenal dan digunakan orang berabad
sebelum ada Archimedes. Tampaknya dia orang pertama yang jelas
menerangkan formula hal-ihwal pengungkit meskipun insinyur-insinyur
mesin sudah berulang kali dan mampu menggunakan pengungkit jauh sebelum
Archimedes.
Konsep tentang kepadatan (berat per volume unit) dari sesuatu benda
sebagai lawan berat keseluruhan sesuatu obyek tampaknya sudah diketahui
sebelum Archimedes dan mahkota (cerita tentang dia melompat dari tempat
mandinya dan berlari-lari sepanjang jalan sambil teriak “Eureka”), apa
yang ditemukan Archimedes bukanlah barang baru melainkan sekedar
pemakaian terang-terangan dari konsep yang sudah dikenal terhadap
sesuatu masalah spesifik.
Selaku matematikus, tak syak lagi Archimedes memang terkemuka. Buktinya,
dia hampir sampai pada memformulasikan “kalkulus integral,” lebih dari
delapan belas abad sebelum Isaac Newton berhasil melaksanakannya.
Malangnya, sistem yang mudah untuk melukiskan lambang-lambang jumlah
masih kurang di masa Archimedes. Begitu pula malangnya, tak ada
pelanjut-pelanjutnya yang cukup bermutu selaku matematikus. Akibatnya,
kebrilianan pandangan matematika Archimedes menjadi semakin berkurang
daya cekamnya seperti sebelumnya. Karena itu tampak jelas sekali, betapa
pun mengagumkan bakat Archimedes, pengaruh riilnya tidak cukup besar
untuk meyakinkan dia bisa dimasukkan ke dalam barisan daftar yang
seratus.
MARIE CURIE 1867-1934
Nama asalnya: Maria Sklodowska. Marie Curie lebih masyhur dari banyak
ilmuwan yang saya masukkan dalam daftar seratus tokoh buku ini. Tetapi,
tampak oleh saya, kemasyhurannya tidaklah bertolak dari arti penting
ilmiah yang sudah diperbuatnya, tetapi lebih banyak disebabkan karena
dia seorang wanita. Kariernya menunjukkan, dalam jenis jenis pekerjaan
yang mungkin, seorang wanita sanggup melakukan penyelidikan ilmiah yang
punya kualitas tinggi. Atas dasar ini dia menjadi amat gemerlapan,
sehingga banyak orang yang punya kesan bahwa dialah orang yang menemukan
radioaktif. Tetapi nyatanya radioaktif diketemukan oleh Antoine Henri
Becquerel. Tak perlu dipersoalkan lagi bahwa prioritas jatuh pada
Becquerel, karena baru sesudah Marie Curie membaca laporan penemuan
Becquerel barulah dia dan lakinya, Pierre, yang juga sama-sama ilmuwan
berbakat mulai penyelidikan masalah itu.
Yang sesungguhnya hasil karya Marie Curie yang mengesankan adalah
penemuan dan pemisahan elemen kimia radium. Sebelum ini, dia sudah
menemukan elemen radioaktif lain yang dijulukinya “polonium,” diambil
dari nama negeri asalnya, Polandia. Ini memang betul-betul karya yang
mengagumkan, tetapi tidaklah mempunyai arti penting yang menonjol dalam
teori ilmiah.
Tahun 1903, Marie Curie, Pierre Curie dan Antoine Henri Becquerel secara
bersama-sama peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika. Dan tahun 1911
Marie Curie dapat lagi Hadiah Nobel, kali ini untuk bidang kimia. Ini
membuatnya orang pertama yang peroleh Hadiah Nobel dua kali.
Menarik untuk dicatat bahwa Marie Curie punya anak-anak kecil tatkala
dia menyelesaikan penyelidikan ilmiah paling pentingnya. Puteri
tertuanya, Irene, juga menjadi ilmuwan yang berhasil gemilang. Irene
kawin dengan pria yang juga ilmuwan berbakat, Jean Frederic Joliot.
Sepasang suami istri itu bersama-sama menemukan radioaktif buatan
(artifisial). Untuk penemuan ini (yang bisa dianggap “keturunan” dari
penemuan radio-aktif alamiah!) menyebabkan Joliot dan Curie membagi
Hadiah Nobel tahun 1935. Puteri kedua Marie Curie, Eve, menjadi musikus
terkenal dan pengarang. Betul-betul sebuah keluarga luar biasa!